Daftar Isi

Rabu, 21 Mei 2014

Eksplorasi Potensi Daerahmu



Wilujeng Sumping di Cianjur
Welcome to Cianjur
Tugu Filosofi Cianjur, Ngaos, Mamaos, Maenpo

Aheyyy! Ngomongin Cianjur lagi, kagak ada bosennya!

Ya iyalah orang Cianjur aslii maenya engga bangga dengan kotanya sendiri?

Yup! I am a native of Cianjur, so I am proud to be bornt here!

Hey... Welcome to my city!


Mau tahu ada apa sih di Cianjur tuh?! Yang belum tahu Cianjur ngacung ya!

Dimana sih Cianjur itu?
Cianjur Kota, Jl HOS Cokroaminoto, fhoto diambil dari

Yup, betul! Cianjur terletak di provinsi Jawa Barat berbatasan dengan kota Bandung dan Garut di sebelah timur, Sukabumi di sebelah barat dan Bogor di sebelah utara, dan selatan berbatasan dengan Samudera Hindia serta di sebelah timur laut berbatasan dengan Purwakarta.

Kabupaten Cianjur didirikan oleh kangjeng Dalem  Aria wirata Nudatar, yang sampai sekarang makamnya masih sering dikunjungi oleh para wisatawan baik dari daerah Cianjur sendiri maupun dari daerah luar Cianjur.

Filosofi kota Cianjur adalah Ngaos, Mamaos, Dan Maenpo.

 Artinya Ngaos adalah mengaji atau mempelajari ilmu, ilmu apapun baik ilmu untuk dunia maupun akhirat, dan sekitar tahun 1677 Cianjur dibangun oleh ulama dan santri sehingga mendapat julukan KOTA SANTRI, dan Kangjeng Dalem Aria Wirata Nudatar pun adalah seorang ulama yang menyebarkan agama Islam di kota Cianjur.

Mamaos adalah seni budaya  yang menggambarkan kehalusan budi, adaah kangjen Dalem Pancaniti yang bernama Raden Aria Adipati Kusumahningrat yang memeprkenalkan seni Cianjuran ketika beliau menjabat menajdi Bupati di Cianjur, seni Cianjuran juga memiliki fungsi untuk merekatkan kekeluargaan di masyarakat Cianjur, seni Cianjuran ini diiringi alat musik Kecapi dan Suling, suaranya indah dan merdu mendayu-dayu, matak tiis tingtrim kata orang sunda mah.

Serta Maenpo adalah ilmu beladiri Pencak Silat, dan cianjur terkenal dengan ilmu silat dari Cikalong atau Mande. Ilmu bela diri ini ditemukan dan disebarkan oleh Raden Djadjaperbata atau R.H Ibrahim.

Motto ini tertulis di tugu yang berada di persimpangan antara Cianjur dan Cipanas, yaitu antara jalan Ir Haji Djuanda, K.H Moh Noh dan jalan Dr Muwardi (by pass), dan di bunderan  tugu ini sering dijadikan tempat untuk  demonstrasi hehehe, makanya ada yang menyebutnya bunderan ‘HI’ nya Cianjur.

Apa saja yang menarik dari kota Cianjur?

Banyak juga ternyata, mulai dari tepat pariwisata, mall, dan tempat kuliner alias jajan khasnya, mulai dari manisan khas Cianjur, Géco, sampai makanan luar negeri yang sudah banyak digemari di Cianjur seperti Kebab Turki. Cianjur terkenal juga dengan beras Pandan Wangi yaitu beras yang sangat enak (Pulen) juga dengan Tauco, yaitu bumbu masak yang dibuat dari kedelai yang dipermentasi.
Geco, makanan asli Cianjur yang mulai langka

Tempat pariwisata Yang paling terkenal di Cianjur adalah Taman Wisata gunung Gede Pangrango atau terkenal dengan Taman Cibodas, disini terdapat curug atau air terjun Cibeureum, Taman Nasional Komodo, dan tempat kemping.

Selain Taman Nasional Gede Pangrango, ada juga Taman Bunga Nusantra, di daerah Mariwati Cipanas, kemudian, curug Batlem (Batu Lempar) yang berada di dekat perkebunan XII Gedeh, ada juga curug Maleber yang masih di daerah Cipanas.

Selain curug ada jga tempat yang sedang menjadi perbincangan dunia internasional yaitu Gunung Padang yang merupakan situs megalitikum terbesar se-Asia, yag masih diteliti tentang sejarah dan fungsinya, situs ini terdapat di Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur.
Waduk Cirata

Curug Batu Lempar (Batlem)
Selain gunung Cianjur mmepunyai beberapa pantai yang sangat menarik untuk dikunjungi, yaitu pantai Sindang Barang dan pantai Jayanti Cidaun, pantai dengan ombak besar khas pantai selatan, pantai ini mulai ditata sebagai daerah yang dijadikan tempat pariwisata yang diminati warga dunia tentunya. Sayangnya akses menuju pantai yang indah ini belum tergarap dengan maksimal sehingga menyulitkan pengunjung menuju daerah pantai selatan ini.
Kebun Teh Gedeh
Situs Megalitikum Gunung Padang

Di daerah Cianjur kota, banyak tempat belanja dan juga tempat bermain yang tak kalah seru engan kota lain. Apalagi jika hari minggu, ada acara Car Free Day yang diselengarakan di sepanjang jalan K.H Moh Noh, selama 3 jam mulai pukul 6 pagi sampai pukul 9 pagi, acara disini sangat seru, ada berbagai atraksi dari beberapa komunitas muda-mudi ada juga acara senam bersama yang dilaksanakan dan dipandu oleh instansi atau organisasi masyarakat. Dan yang pasti selalu ada adalah pedagang kaki limanya, huiih banyak bro! Dari jualan makanan, ikat kepala khas sunda sampai jualan panci ada disini.
Wisatawan Mancanegara
Taman Bunga Nusantara

Jika lelah dan ingin menginap disini banyak hotel dan villa yang bisa disewa dengn harga bervariasi, namun jika hari libur panjang atau hari besar agama, hotel dan villa harus dibooking  sejak jauh hari, karena harganya bisa melambung hingga empat kali harga biasa.

Jika lapar dan haus banyak restoran dan juga penjaja makanan disepanjang jalan dikota Cianjur, mulai dari makanan khas Cianjur yaitu Géco, makan tradisional lainnya seperti Seblak Sayur, Ketupat Sayur, Soto Mie, Bubur Ayam, Mie Bakso, Lotek dan lainnya.
Kebab 'Ariwan" maknyoss!!

Ada juga makan khas Turki yaitu Kebab, bagi penyuka Kebab bisa menemukan makanan ini di jalan Siti Jenab sebrang kantor PLN yang lama, atau disamping Bank Mandiri dekat alun alun Cianjur, rasa kebabnya maknyoss... bikin ketagihan dengan harga terjangkau, engga perlu jauh-jauh ke Turki dehh!

Jika dahulu Cianjur terkenal dengan udaranya yang sejuk, sekarang justru Cianjur terasa panas seperti daerah pantai, hal ini terjadi setelah ada waduk Cirata yang berbatasan dengan  Purwakarta dan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat. Banyak orang yang memancing di waduk ini , kawasan ini terkenal dengan jaring terapung untuk budidaya ikannya.

Di sepanjang jalan kota Cianjur pun kini muai padat dengan pedagang kaki lima yang menjajakan banyak barang sehingga menimbulkan kemacetan, pertumbuhan penduduk juga mengalami kenaikan yang sangat tinggi  ini disebabkan  oleh  banyaknya warga pendatang yang mengadu  nasib di kota Cianjur.
Taman Bacaan Mesjid Agung
Mesjid Agung dan Taman Alun-alun

Secara ekonomi Cianjur mengalami kemajuan yang lumayan pesat dengan berdirinya banyak ladang usaha atau perusahaan yang membuka lowongan kerja sehingga taraf hidup masyarakat juga  mulai terdongkrak, seperti banyaknya penduduk yang membuka usaha jasa sewa rumah atau kontrakan dan usaha kuliner atau warung makan serta yang lainnya.

Di Cianjur juga ada Taman Bacaan selain perpustakaan milik pemerintah yaitu terletak di Taman Alun-Alun Cianjur bersebrangan dengan Kantor Bupati dan Mesjid Agung Cianjur, tempatnya sejuk dan tenang cocok untuk baca buku tentunya, koleksi bukunyapun banyak dan bervariasi, pengunjung Taman Bacaan yang dikelola oleh DKM Mesjid Agung ini sejak dibuka sampai hari ini terus berdatangan mulai dari anak balita sampai kakek nenek, koleksi bukunya berjumlah kurang lebih dua ribu buah dan akan terus bertambah serta masih baru-baru semua lho, jadi sangat menarik untuk dikunjungi.

Di Cianjur juga ada kolam renang yang asyik, yang paling kusuka adalah kolam renang ynag berada di puncak bukit yang benama “The Jhon” area untuk renangnya luas dan menyediakan tempat untuk makan serta permainan yang lainnya.

Kalau dulu ketika aku masih kecil, wisatawan mancanegara yang datang ke Cianjur  didominasi oleh wisatawan berwajah ‘Bule’ dan ‘Asia Timur’ tapi sekarang didominsasi oleh warga yang berwajah ‘Arab’ merekapun bisa dikenali dari cara berpakaiannya terutama yang wanita, karena mereka selalu mengenakan jubah dan purdah berwarna hitam. 

Ayo main ke Cianjur!

Wilujeng Sumping di kota Cianjur

Selamat Datang di kota Cianjur

Welcome to Cianjur City

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog dalam rangka Ultah Warung Blogger yang Ke 3

24 komentar:

  1. penasaran pengen makan geco, kayanya enak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Geco tuh rasanya manis, pedas, asam gitu segerr de.. coba ya! trims mba zefy

      Hapus
  2. Cianjur oh cianjur.. dekat sebenarnya, tapi jarang banget aku kesana. Harus diagendakan nih, banyak kuliner enaaak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba Arin, kita tetanggaan ya, ayo main! trims ya dah mampir ke gubukku!

      Hapus
  3. wah sy paling suka kupat tahu deket statsiun Cianjur, tapi berhubung ke Cianjur hanay lewat saja krn mertua rumahnya di Cipanas puncak, jadi belum pernah melihat situs, curug dan lain-lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh kalau gitu nanti ajak mertua keliling cianjur ya mba Tira! trims ya dan jenguk saya hehehe

      Hapus
  4. lumayan familiar ama cianjur, soalnya dulu sempet tinggal di daerahbadung barat, jadi kebagian juga waduk ciratanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu atuh main ke Cianjur! cirata panas ya?!

      Hapus
  5. Setiap daerah selayaknya terus menggali potensi daerah untuk sebesar-besar kemakmuran rakyatnya Jeng
    Salam sayang selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget pak Dhe! semoga Cianjur nanti lebih maju seperti Surabaya dan punya Bupati atau walikota seperti ibu Rima,aammiin, salam sayang kembali pak dhe!

      Hapus
  6. Geco itu kayak tahu guling kalau di daerah madiun mbak. Mirip ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya? saya belum tahu tuh rasanya Tahu Guling semoga bisa berkunjung ke Madiun suatu hari nanti, aammiin! Trims ya mba Indah!

      Hapus
  7. Aiih pingin ke Cianjuuuur :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aiihh saya juga pingin ke Makasar, kapan ya? hmmm mimpiin dulu deh! trims mba Mugniar!

      Hapus
  8. wiiih banyak banget ya mak ternyata tempat-tempat wisata yang perlu di eksplore......seneng banget melihat pemandangannya, sejuk pisan euih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mba Yuni main kesini ya, saya juga pengen main ke kota lain tapi kapannn gitu?? hehehe trims ya mba!

      Hapus
  9. Duh, Cianjur...jarang mampir di kota ini, paling hanya dilewat saja kalau saya kebetulan menuju Bandung dari Sukabumi.
    Teh, upami Jangari palih mana nya? Saurna raoseun pisan kanggo wisata. Aya semacam waduk sareng tiasa paparahuan. Hoyong amengan kadinya. Janten bingung sareng waduk Cirata. Sami atanapi benten tempat nya?

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo atuh main kang!
      Jangari lebih dekat daripada Cirata, masih salokasi pami teu lepat mah kang!
      muhun raoseun kangge mancing sareng papaarahuan mah, cobi engke amengan atuh nya!

      Hapus
  10. Sekarang Cianjur udah makin maju ya mak ;) Saya belum pernah main kesana, paling hanya lewat aja kalau dulu mau ke puncak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mak, ayoatuh main kesini! trims ya dah mampir ke blog saya :)

      Hapus
  11. Bagi geco mbak, penasaran sama rasanya...

    BalasHapus
  12. setiap mendengar Cianjur, yg terngiang pertama kali adalah berasnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kash kang, tapi beras sekarang sudah tidak murni banyak yang dicampur hehehe

      Hapus