Daftar Isi

Kamis, 31 Agustus 2017

#Kulwapbunsayiip #Bintangkeluarga #harike7

#Kulwapbunsayiip

#tantangan 10 hari

#level7

#hari ke 7

#Bintangkeluarga

Perang kancing

Hari ini lelah sekali, tapi tidak bagi Ade. Saya berharap Ade tidur siang tapi dia tidak mau.

Seperti yang sudah saya rencanakan sebelumnya, Ade mau saya ajak menggambar atau mewarnai. Tapi saya benar-benar lelah setelah semalam mengerjakan pesanan, sampai pukul 12 masih terus menjahit.

“Ma, kancing punya Ade mana?” tangan mungilnya menggapai kotak kecil berisi kancing hias.

Di kotak itu ada satu botol khusus kancing yang sudah tidak terpakai. Kancing yanh retak, usang atau bekas pakai saya simpan khusus untuk dijadikan mainan sama Ade. Karena Abang tidak tertarik maka semuanya saya hibahkan untuk Ade. Dengan syarat Ade tidak boleh menyentuh apalagi memainkan kancing-kancing baru atau kancing yang dipakai.

Ternyata Ade sedang ingin bermain dengan kancing mainannya. Saya biarkan dia bermain sendiri. Dan Adepun ternyata tidak mau direcokin. Tadinya saya mau mengajaknya membuat beberapa bentuk dari kancing tapi imajinasinya berbeda jauh dengan saya.

Ade sedang ingin bermain perang-perangan dengan kancing. Awalnya saya mengira Ade akan melempar-lempar kancing itu sesuka hatinya yang akan membuat kancing itu berantakan kemana-mana.

Ternyata dugaan saya salah,

Ade membuat beberapa kelompok kancing yang sesuai dengan warnanya. Satu persatu Ade pisahkan ke kelompoknya. Kemudian Ade berimajinasi seolah kelompok-kelompok kancing itu saling menyerang dengan kekuatan senjatanya.

Ade bergumam, mendesis, menirukan suara mobil dan pesawat. Uhhh pokoknya asyik sendiri. Jika saya dekati justru marah-marah. Ya sudah, saya mengalah dan mengawasinya sambil selonjoran. Hihihi...asyik!

Ending ceritanya. Kelompok kancing yang kalah masuk duluan kedalam botol. Kisah peperanganpun selesai dan botolnya kembali Ade simpan di etalase, Alhamdulillah.

Ntah Karena kecapean, Adepun terlelap di kursi siang itu.

#Bintangkeluarga #Kulwapbunsayiip #hari ke 6

#Kulwapbunsayiip

#tantangan 10 hari

#level7

#Bintang keluarga

#hari ke 6

Ade juga mau donk!

Siang hari cuaca terik. Rupanya Ade sedang malas bermain diluar. Seharian di rumah saja. Tapi sedikit-sedikit berantem sama sepupunya. Saya ajak Ade ke dapur. Melihat saya bersihindapur dan mencuci piring.

Kalau urusan main air Ade memang jagonya. Nah, daripada basah-basahan gak karuan. Saya ajarin Ade mencuci gelas dan piring pelastik serta sendok dan garpu.

Ade kadang memaksa mau mencuci gelas beling tapi tidak saya ijinkan. Saya beri pengertian tentang hal ini, dan Alhamdulillah Ade mau mengerti.

Saya ajarin Ade setahap demi setahap. Dari cara menumpuk piring supaya tidak jatuh. Menyiapkan sabun cuci piring. Menyabuni dan menggosok dengan sabun sampai mencuci bersih dengan air.

Setahap demi setahap Ade mengikuti. Meskipun belum sempurna, Alhamdulillah yang penting Ade suka.

Semoga sampai dewasa nanti Ade mau mencuci piring sendiri, Aamiin!

#Bintangkeluarga #Kulwapbunsayiip #hari ke 5

#tantangan 10 hari

#Kulwapbunsayiip

#level7

#Bintang keluarga

#hari ke 5

Senjata dari bungkus kopi

Saya penyuka kopi, Ade juga suka minum susu. Bungkus-bungkus sachet itu selalu kmi kumpulkan. Sudah satu keresek penuh baru kami buka dan kami pilah.

Tanpa saya minta, Ade memisahkan sendiri setiap sachet dan dia kelompokkan sesuai warna kemasan. Yang merah dikumpulkan dengan yang merah, begitu juga dengan yang lain.

Awalnya Ade yang menggunting ujung kemasan untuk dirapikan dan disamakan ukurannya, tapi lama-lama dia bosan. Menggunting membuatnya pegal juga.

Akhirnya saya yang bertugas menggunting dan melipat kemasan, dan Ade yang menyambungkan.

“Horee… senjata Ade udah jadi!!” teriaknya kegirangan. Yang saya tidak fahami kata senjata nya itu lho, kok jadi senjata? Padahal dari awal saya mengajaknya menganyam kemasan-kemasan itu untuk dijadikan tikar nantinya.

“Tuh kan jadi mirip Suriken??” Ade memperlihatkan satu kemasa yang sudah dianyamnya. Ohh dalam imajinasinya, satu hasil anyaman itu mirip dengan senjata yang digunakan Naruto. Ahhh, maafkan Mama, nak! Karenasaya tidak tahu tentang senjatanya naruto di film kartun itu.

Baru beberapa anyaman yang dibuat Ade. Gapapalahh

Yang penting hari ini dia sudah bermain Sambil belajar bersama Mama tersayang.

#Bintangkeluarga #Kulwapbunsayiip

#tantangan10 hari

#level7

#Bintang keluarga

#hari ke 4

#Kulwapbunsayiip

Kertas bekaspun jadi…,

Ade mogok sekolah, bosen katanya. Mungkin karena kegiatannya kurang membuatnya merasa tertantang.

Di rumah selain menggunting dan menwmpel dia tertarik juga dengan melipat kertas, selain perahu dan pesawat jet, maunya diajarin Yang lain. Tapi kadang saya tidak sempat karena berburu waktu dengan urusan isi perut.

Alhamdulillah ada adik saya yang lulusan fakultas sastra Jepang. Dia selalu bercerita tentang origami Jepang yang sangat menarik itu. Tiap hari bercerita dan mengajak putrinya dan juga putra saya Ade untuk membuat bentuk yang baru.

Adik saya bilang gak usah beli kertas lipat, sayang karena lumayan juga harganya. Dan, terkadang ada orang yang suka melemparkan kertas brosur promo produk dari beberapa supermarket di teras rumah. Adik saya rajin mengumpulkannya untuk dijadikan media melipat origami.

Adepun jadi ketagihan, tiap hari minta diajarin bibinya. Hari ini membuat burung. Meskipun agak sulit tekniknya tapi Ade dan sepupunya sangat senang. Bisa berantem kalau gak kebagian kertasnya.

Satu, dua, tiga, empat sampai lebih dari sepuluh burung kertas siap diterbangkan. Haaap!!!!

Ade senang...sekali

Kamis, 24 Agustus 2017

#Kulwapbunsayiip #Bintangkeluarga #hari ke 3

#tantangan 10 hari

#level7

#Kulwapbunsayiip

#Bintang keluarga

#Hari ke 3

Menggunting variasi

Ketika sedang semangat mengajak Ade bermain dan belajar, Ade malah sakit demam, batuk, pilek. Subhanallah ujian nih harus sabaarrr.

Tapi Alhamdulillah, setelah beberapa hari absen, Ade mulai pulih dan semangat lagi diajak bermain. Ketika rencana awal membentuk dari pola lingkaran gagal. Saya coba hari ini untuk mengajaknya menggunting pola lingkaran. Saya optimis Ade bisa sebab ketika usia 4 tahun Ade sudah bisa menggunting pola lingkaran dengan rapi sekali, berbeda dengan keempat kakaknya yang di usia 6 tahunpun masih belum rapi menggunting pola lingkaran.

Ketika semua peralatan sudah disiapkan, dan saya bersiap membuat polanya, ternyata Ade langsung protes.

“Aku mah gak mau gunting lingkaran, Ma!”

“Ade maunya apa?”

“Itu yang kayak Abang ajarin tea….”

Saya tidak faham maksudnya, tapi Ade langsung beraksi dan tidak mau direcokin Mamanya.

“Mama mah gunting kain aja we, jahit baju lagi…”

Wadeuhhh….sayapun biarkan dia asyik dengan gunting kecilnya yang aman, kemudian segera menggelar alat-alat mainan saya. Sesekali saya lirik Ade. Dan sayapun larut dalam pekerjaan. Ada beberapa baju yang harus dijahit.

Ketika saya baru selesai memotong satu kain,

“Ma, lihat bagus engga?”

Waaaw amaaazzziiinggg…!!!

Ternyata taraa….

Ade menggunting pola variasi dengan imajinasi sendiri, Terharuuu...saya karena Ade membuatnya banyak sekali.

“Masya Allah...Ade teh diajarin Abangnya kapan?”

“Waktu Abang pulang, Ma!”

Oh saya baru ingat sekarang, waktu Abangnya pulang beberapa minggu lalu, mereka berdua pernah asyik main kertas lipat.

“Sudah selesai, De!”

“Sudah, mau ditempel di dinding buat nanti Idul adha” lalu Ade mengambil  spidol kecil dan menulis kata Lebaran pada beberapa hasil karyanya.

“De, Siapa yang menciptakan tangan Ade yang hebat ini?”

“Allah..”

“Nanti kalau Sholat berdoa ya bilang terima kasih sama Allah!”

“Ya, sekalian Ade mau minta uang yang banyak buat Mama”

Adeuhhh makin terharuuu saya.

Terima kasih ya Allah, Alhamdulillah…!!!

Jumat, 16 Juni 2017

#GameLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBunSayIIP #ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Ade Mogok Baca

Rasanya berat sekali jika kita mengajak anak untuk melakukan sesuatu tapi tidak dari hati. Seperti beberapa hari ini, dalam rangka membangkitkan semangat membaca anak, di Kulwap Bunsay IIP sedang dilatih untuk menstimulus anak supaya suka membaca. Semua harus dimulai dari sang ibu. Ibu yang memberi contoh dulu, baru kemudian mengajak anak.

Ya, sudah beberapa hari ini Ade mogok, tidak mau diajak membaca buku. Mungkin karena saya mengajaknya tidak dengan hati. Karena ketika saya ada waktu untuk membacakan Ade sebuah buku, pikiran saya masih fokus pada pekerjaan, badan saya letih, dan waktunyapun hanya sisa.

Okelah, saya biarkan Ade melewati harinya tanpa membaca, walaupun saya merasa punya utang gitu, merasa ada yang kurang. Tapi dipaksa juga tidak akan baik hasilnya.

Suatu malam adik saya datang dan menemani Ade bermain, padahal saya tidak memintanya untuk mengajak Ade baca buku. Setelah lelah bermain sama bibinya, Ade merajuk adik saya untuk menemaninya tidur. Alhamdulillah, tanpa diminta saya, Ade memilih sebuah buku untuk dibacakan bibinya sebelum tidur.

“Ma, buku si Kancil mana? Kok gak ada?!”

Teriak Ade, rupanya buku itu tertumpuk buku-buku yang lain.

“Ini boleh gak, Bi?” terdengar suara Ade lagi. Kemudian bibi mulai membacakan buku novel anak yang berjudul 'Mami kepo’ dan setelah lama kemudian Ade tertidur, belum selesai tuh bukunya. Tapi saya senang, Alhamdulillah!

Sabtu, 10 Juni 2017

#GameLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBunSayIIP #ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Yuk, baca lagi!

“Ma, Ade mau baca buku lagi” bisik Ade. Sepulang sholat subuh berjamaah di Masjid. Alhamdulillah lega rasanya jika Ade sendiri yang minta baca buku. Biasanya saya yang ngajak bahkan maksa hehe…

“Ade mau baca buku apa?”

“Panggung si Kancil lagi ah, boleh ya “ rayunya

“Ahhh...bossyeenn” canda saya. Iya sih bosen juga jika tiap hari bacain buku itu terus. Bagi Ade mungkin menyenangkan, tapi bagi saya sangat membosankan karena buku itu sering saya bacakan juga buat 4 kakaknya. Sampai isinya hafal diluar kepala. Buku komik itu memang isinya tentang cerita lucu. Lagipula, masih banyak buku-buku baru yang isinya beragam. Saya sengaja membelinya beberapa paket dari Pustaka Lebah khusus buat anak-anak.

“Ade mau pilih yang mana?” Saya biarkan Ade mengambil buku yang akan saya bacakan. Awalnya memilih buku  Miracle of Islam bidang Social politics hanya dilihat-lihat gambarnya kemudian ditutup lagi.

“Eh, ada cerita mesin jahit mama disini!” teriak saya sambil menunjukkan gambar di buku tentang penemuan (Everyday life Invention) Masih dari penerbit Pustaka lebah. Adepun tertarik dan mendekat. Kemudian saya bacakan kisah tentang penemuan jarum dan mesin jahit.

Sayangnya Abang tidak ada di rumah karena ikut menginap di rumah sepupunya. Tapi Ade tidak sendiri, dia ditemani Haritsa sepupunya yang lain.

Alhamdulillah