Daftar Isi

Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2013

Cinta Gila Facebooker


            Iilfeel! Bener-bener loneliness!
Gimana engga gitu, tiap hari hanya di rumah sendiri, dua anakku sudah ABG, sibuk dengan dunia mereka masing-masing, tak peduli dengan kehadiran mamanya, yang mereka butuh dariku  hanya uang saku, biaya sekolah,, makanan dan minuman, engga ada yang lain! 
            Jadi emak gaul? Siapa takut? Wong semua tetanggaku di komplek ini juga gaul semua, rata-rata doyan chatting, kecuali yang punya karier diluar rumah, sedangkan aku? Mau kerja engga boleh, mau ke luar rumah engga boleh, dan suamiku tugas luar kota terus, huh! Cari duit deh yang banyak, biarkan aku mencari kebahagiaan sendiri!
*****

Kamis, 03 Oktober 2013

Belajar FF


Aku Rindu si Macho
Oleh : Aisha Khairunnisa
            “Dasar pemalas!!!” teriakku di pagi hari, sebuah bantal mendarat tepat diatas punggungnya. Dia hanya menggeliat, kemudian keluar dari selimutnya dan turun dari ranjang, sekilas kemudian dia berjalan keluar kamar, lalu mantapku tajam dari balik pintu.
            Duhhh! Cara berjalannya yang gagah dan tegap, tatapan matanya yang tajam, jarang sekali bersuara, dia hanya mengeluarkan suara jika perlu saja, itulah yang paling aku suka darinya. Pejantan yang tak rewel!
            Entahlah, mengapa aku tiba-tiba saja marah padanya, padahal tak ada masalah yang dia buat, pun dia tidak membuatku cemburu, tapi marahku di pagi itu telah membuatnya minggat dari rumah. Mungkin karena aku akan menstruasi jadi emosiku tak terkendali, maafkan aku sayang!
*****

Sabtu, 28 September 2013

Nyoba Nulis FF


Siapa dia?
Oleh : Aisha Khairunnisa
            Sejak awal aku kenal dia, aku sangat heran, karena ayahku selalu menolak kehadirannya di hatiku, bahkan di rumah ini, padahal bagiku dialah pria terakhir yang aku paling cinta diantara sekian lelaki yang datang melamarku, hanya dia yang aku mau dan kurindu, entah mengapa cinta ini begitu menghunjam semakin dalam di lubuk hati setelah mengenalnya sekian bulan, namun?
            “Memangnya tidak ada laki-laki lain?” sergah ayah suatu hari setelah dia pulang, aku hanya tertegun,ayah seolah tak pernah merasa muda dan merasakan jatuh cinta, aku menunduk dan menangis kemudian meninggalkan ayah sendirian,
            “Kalau kamu mau,biar ayah carikan laki-laki lain saja yang lebih mapan dan lebih baik seglanya” paksa ayah seketika setelah dia datang melamarku, aku menggeleng keras sebagai tanda penolakan, kemudian berlari sekuat tenaga dan menumpahkan semua air mataku di atas kasur, aku tak mengerti apa yang ayah mau, pria seperti apa yang ayah inginkan untuk dijadikan sebagai menantu, kalau dilihat dan dibandingkan dengan suami-suami ketiga kakakku, dia lebih segalanya dari semua menantu ayah yang lain, dari wajah dia paling tampan, pendidikan paling tinggi, kehidupan paling mapan, harta paling banyak, jabatan paling tinggi, kesolehan tak diragukan, lalu apa lagi?
***