Siapa
dia?
Oleh
: Aisha Khairunnisa
Sejak awal aku kenal dia, aku sangat
heran, karena ayahku selalu menolak kehadirannya di hatiku, bahkan di rumah
ini, padahal bagiku dialah pria terakhir yang aku paling cinta diantara sekian
lelaki yang datang melamarku, hanya dia yang aku mau dan kurindu, entah mengapa
cinta ini begitu menghunjam semakin dalam di lubuk hati setelah mengenalnya
sekian bulan, namun?
“Memangnya tidak ada laki-laki
lain?” sergah ayah suatu hari setelah dia pulang, aku hanya tertegun,ayah
seolah tak pernah merasa muda dan merasakan jatuh cinta, aku menunduk dan
menangis kemudian meninggalkan ayah sendirian,
“Kalau kamu mau,biar ayah carikan
laki-laki lain saja yang lebih mapan dan lebih baik seglanya” paksa ayah
seketika setelah dia datang melamarku, aku menggeleng keras sebagai tanda
penolakan, kemudian berlari sekuat tenaga dan menumpahkan semua air mataku di
atas kasur, aku tak mengerti apa yang ayah mau, pria seperti apa yang ayah
inginkan untuk dijadikan sebagai menantu, kalau dilihat dan dibandingkan dengan
suami-suami ketiga kakakku, dia lebih segalanya dari semua menantu ayah yang
lain, dari wajah dia paling tampan, pendidikan paling tinggi, kehidupan paling
mapan, harta paling banyak, jabatan paling tinggi, kesolehan tak diragukan,
lalu apa lagi?
***