Daftar Isi

Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2016

Gak harus mahal

Main sama anak? Harus!
Siapa sih anak yang gak suka main? Apalagi klu mainnya ditemani ayah atau ibunya, hemmm seruuu!!

Lihat saja mimik mereka ketika bermain dengan kita, meskipun bermain tanpa alat atau media bermain, sudah senang apalagi ada media atau alat bermainnya.

Setiap anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan fitrah untuk bermain. Dengan bermain anak akan berexplorasi, melatih rasa percaya dirinya, belajar bersosialisasi, mengasah empati, memuaskan rasa ingin taunya, dan sebagainya.

Bermain adalah suatu pengalaman bagi seorang anak karena dari bermain anak bisa sambil belajar. Belajar apapun, dimanapun, kapanpun, dan dimanapun.

Nonton TV atau bermain games bukan termasuk bermain karena bermain yang sesungguhnya harus melibatkan oranglain dalam permainan itu. Intinya ada interaksi antara anak dengan individu lain baik ayah bundanya atau saudara atau teman- temannya.

Alat bermain tidak harus mahal lho...harga sebuah alat bermain tidak menjamin kebahagiaan seorang anak. Alat bermain yang murah meriah justru kadang membuat anak merasa bahagia. Misalnya sebuah mainan pesawat terbang yang terbuat dari styrofoam yang bentuknyapun sangat sederhana dan harganya hanya duaribu rupiah, atau sebuah mainan parasut dari plastik keresek yang harganya hanya tiga ribu rupiah pernah membuat si kecil Faja putra bungsuku terbahak dan berlarian sampai berekeringat. Dia nampak bahagia dan bermain dengan dua benda itu berjam- jam.

Dari dua alat bermain itu dia jadi tau apa perbedaan ringan dan berat, tinggi dan rendah, kuat dan lemah, mahal dan murah, senang dan tidak senang, dsb.

Yang terpenting bagi seorang anak itu, ada teman yang menemaninya bermain. Anak merasa dihargai, dicintai, disayangi, karena kehadiran orang lain dalam hidupnya, terutama orangtua nya.

Mari sempatkan waktu untuk anak kita walau hanya satu jam saja. Ya hanya satu jam tapi membuat anak kita bahagia. Dengan hati dan pikiran, jiwa dan raga kita ada hadir bersamanya, ada untuknya.

Let's the children laughter

#HomeEducationbasedonAkhlakandTalent
#Institut Ibu Professional
#Alumni Sekolah Perempuan
#Forum Lingkar Pena
#Blogger Indonesia

Its Never too late

Its Never too late

Alhamdulillah saya bersyukur sekali bisa bergabung di group HEBAT (Home Education based on Akhlaq and Talent). Sebuah group di medsos yang fokus pada pendidikan anak dan keluarga.

Baru beberapa bulan bergabung di group ini sudah banyak ilmu parenting yang saya dapatkan.

Saya jadi semakin faham bahwasanya Education is not starting at school but its starting from home. Sebagai single mother dengan 4 putra dan 1 putri saya harus mulai menata pendidikan anak dari nol,  walaupun secara latar belakang pendidikan saya di bidang pendidikan TK dan SD namun ternyata pada kenyataannya masih banyak kekurangan dalam mendidik anak.

Di Group HEBAT kami para orangtua mendapat bimbingan langsung dari guru~guru hebat seperti ustadz Harry Santosa, ustadz Andriano Rusfi,  bunda Septi Peni Wulandani yang juga founder Institut Ibu Profesional dimana saya juga menjadi anggota.

Dari diskusi~diskusi kami,  beberapa hal akan saya utarakan disini.

Anak kita bukanlah milik kita tapi milik Allah yang dititipkan pada kita. Kita hanya babysitternya Allah dan jika menjaga amanah itu dengan baik maka Allah akan memberikan rewards berupa kebahagiaan dunia akhirat.

Allah telah menciptakan setiap manusia dengan sangat sempurna.

Allah menciptakan setiap manusia sangat komplit,  berupa fisik yang berbeda,  dilengkapi dengan Fitrah keimanan, fitrah bakat,  fitrah belajar serta fitrah perkembangan

Kita Sebagai orangtua wajib menggali fitrah~fitrah tersebut (inside out) serta mendampinginya bukan menjejalkan (outside in) ambisi,  atau kehendak kita pada anak~anak

Fitrah keimanan adalah fitrah alami seorang manusia untuk mengenal siapa penciptanya karena sejak ditiupkan ruh ketika janin berada di rahim ibunya seorang manusia sudah bersumpah dan berjanji setia pada Allah sang Maha Pencipta. Maka sejak lahir setiap manusia batinnya akan selalu mencari Tuhannya yang telah menciptakannya. SebagaiOrangtua kita wajib mengenalkan anak pada Allah SWT,  mengajaknya merenungi semua ciptaannya di dunia serta mengajarkan cara menyembahNya

Fitrah belajar seorang manusia pun sudah ada sejak bayi dalam kandungan,  bagaimana dia menghisap jempol, bergerak di dalam perut ibunya, mendengarkan bisikan ibunya,  merasakan detak jantung sang ibu serta belaian lembut tangan ibu walaupun dari luar perut ibunya. Maka sejak dilahirkan Orangtua wajib memberikan stimulus pada anak untuk mau terus berusaha belajar apapun yang bermanfaat untuk sang buah hati. Dan sesungguhnya setiap anak adalah pembelajar yang tangguh.

Fitrah bakat setiap orang berbeda~ beda. Orangtua harus bijaksana dalam menyikapi bakat setiap anak dan berusaha untuk meneliti,  menggali serta memfasilitasi anak untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya sehingga kelak di usia dewasa anak sudah siap untuk menjadi pribadi mandiri yang berguna untuk orang lain.

Fitrah perkembangan atau fitrah sexual adalah fitrah dimana setiap anak sudah memiliki jenis kelamin sendiri,  Orangtua harus memperlakukan dan mendidik anak sesuai fitrah sexualnya. Selain itu anakpun selalu dibimbing dan dikenalkan pada lingkungan yang jenis kelaminnya berbeda.

Bagi saya pribadi,  walaupun anak~anak saya bukan bayi lagi, saya harus mulai mengembangkan, menutupi ketertinggalan,  menggali dan mendampingi anak~anak sesuai fitrahnya. Saya kembali membayangkan peristiwa~peristiwa yang sudah dialami 5 putra saya dan menuliskan kelebihan dan kekurangannya selama dalam proses pendidikan dari saya dan alm ayahnya.

Semoga saya tidak terlambat.

Its never too late.

Wallahu Alam bishowab

Cianjur, 19 Oktober 2016

Rabu, 26 Oktober 2016

Meneliti Bakat Anak

4 E saja

Sebagai orangtua saya harus terus belajar dan belajar. Mencari ilmu itu wajib sejak kita diayunan ibu sampai kita akan masuk liang lahat.

Sekarang, saya mau membagi tips menentukan bakat anak. Karena setiap manusia yang lahir di dunia ini telah diciptakan dengan sangat sempurna oleh Allah SWT sang maha pencipta. Kita sebagai orangtua tidak bisa memaksakan kehendak, cita-cita atau ambisi pada anak-anak kita walaupun niat kita baik, walaupun tujuan kita benar demi masa depan anak-anak kita tentunya.

Namun, apalah jadinya jika Allah menitipkan bakat anak kita misalnya untuk menjadi guru atau pendidik tapi kita orangtua memaksanya menjadi tentara? Tentu bisa saja tapi dia akan menjadi seorang prajurit yang kurang loyal pada tugasnya, dia akan berusaha mangkir dari tugasnya karena jiwanya tidak terpanggil, begitu juga sebaliknya, jika seorang anak diberi bakat oleh Allah untuk menjadi seorang tentara tapi orangtua memaksanya menjadi guru, sang anak mungkin saja menuruti keinginan orangtua menjadi guru, tapi dia akan menjadi guru yang kurang luwes dalam mendidik anaknya. Itu hanya contoh kecil saja.

Saya mendapatkan ilmu tentang menggali bakat anak dari guru-guru kami di grup HEbAT (Home Education based on akhlak and Talent). Ternyata hanya 4E saja rumus menggali bakat itu.

Enjoy, anak merasa enjoy, senang, bahagia ketika melakukan sebuah aktifitas positif

Easy, anak merasa mudah ketika melakukan aktifitas tersebut, dibandingkan dengan teman-teman sebayanya

Excellent, anak bisa menghasilkan satu produk atau satu pencapaian yang “wow” dibandingkan dengan teman-teman sebayanya

Earn, anak bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi dari produk atau pencapaiannya tersebut.

Dari hasil 4E tersebut diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa anak kita mempunyai BAKAT di bidang tersebut.

Sebelum terlambat mari teliti bakat anak-anak kita dengan bantuan rumus 4E tersebut dan tentunya tak lupa memberi arahan, bimbingan, cinta dan perhatian plus doa yang tak putus-putus pada sang Pencipta anak kita.

Salam hormat dari Cianjur