Daftar Isi

Rabu, 23 Oktober 2013

Artikel Anak


Anggur, obat kanker yang paling enak.


            Hallo adik-adik!, siapa yang suka buah anggur? Wuihh semua pasti suka!, karena buah anggur rasanya yang manis dan sedikit asam, juga bertekstur renyah.

            Anggur temasuk tanaman perdu yang tumbuh merambat dari keluarga vitaceae, dan sudah dibudidayakan sejak sekitar 4000 Sebelum Masehi di daerah Timur Tengah.

Di seluruh dunia ada lebih dari enam puluh spesies dan delapan ribu varietas anggur yang di tanam di sekitar dua puluh lima juta hektar kebun anggur yang bisa memproduksi lebih dari tujuh puluh dua ton anggur. 

Untuk menghasilkan buah anggur yang berkualitas bagus, harus diperhatikan beberapa faktor berikut, yakni tanah, suhu, kelembaban, angin dan cahaya. Tanaman anggur tidak memerlukan banyak air, karena kalau terlalu banyak air akan mengganggu proses pembuahan anggur, maka dari itu tumbuhan anggur memerlukan musim kemarau yang panjang.

Secara kasat mata, anggur bisa dibedakan dari warnanya, ada yang berwarna biru, hitam, hijau, merah, putih, ungu, campuran biru dan hitam serta anggur berwarna keemasan. Namun yang paling dikenal adalah varietas anggur tanpa biji yang berasal dari daratan Eropa dan Amerika.

Selain rasanya yang enak, buah anggur juga banyak sekali manfaatnya, yaitu sebagai obat penawar kanker, karena buah anggur memiliki senyawa polifenol yang mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan juga penyakit lainnya.

Buah anggur selain dimakan langsung juga bisa dibuat selai, minuman sari buah, atau dikeringkan menjadi kismis.

Di Indonesia harga buah anggur tergolong masih mahal, makanya adik-adik jangan terlalu sering makan buah anggur ya!, soalnya nanti Mama kamu yang kena penyakit ‘kanker’ alias kantong kering, hehehe!

Catatan: artikel ini sudah dimuat di PERCIL/Koran PR Minggu tanggal 06 Oktober 2013

6 komentar:

  1. Saya jadi ingat anak saya minta anggur padahal tanggal tua. Untung dia mau dialihkan ke makan pepaya.
    Terima kasih artikelnya yang bermanfaat

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  2. Dulu di rumah ortu ada pohon anggur, tapi buahnya aseem, keren mak tulisannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah asyikk donk kalo ngidam tinggal metik heheh, trims dah mampir!

      Hapus
  3. Tulisan dimuat di PERCIL... Selamat ya mak Siti. Bahasanya memang sederhana tapi jelas untuk bisa dipahami oleh anak-anak.

    BalasHapus