Daftar Isi

Minggu, 06 Oktober 2013

Oleh-oleh KOPDAR IIDN Bandung


Ikutan KOPDAR bersama IIDN Bandung serasa mimpi bagi saya, dari dulu kalau diajak acara apapun di Bandung saya selalu menolaknya, degan alasan engga tega meninggalkan anak saya yang masih kecil-kecil, namun kali ini tiba-tiba saja saya bersemangat untuk hadir, ada dorongan yang sangat kuat dari dalam jiwa saya ternyata, ada niat dan keinginan yang lebih dahsyat yang dapat menghancurkan rasa sedih saya dan meluluh lantakkan rasa tidak percaya diri saya sebagai penulis dan pebisnis pemula. Intinya ada sesuatu yang dapat mengubah hidup saya dan merecharge pola pikir saya yang sudah mulai down.

            Acara dimulai jam sembilan pagi di Sekolah Perempuan milik Founder IIDN dan IIDB bunda Indari Mastuti , tempatnya masih sederhana, namun menyimpan segala sesuatu yang membangkitkan rasa ingin tahu saya dan juga para emak-emak penulis lainnya, karena ada segudnag ilmu dan buku di dalam rumah itu. Sungguh saya gregetan melihat tumpukkan buku disana, dari satu buku saja kia bisa meggali berbagai ilmu pengtahuan dan pengalaman yang sangat berharga, apalagi dari ribuan buku, berbagai ide untuk bahan tulisan berkelebatan di kepala saya sejak menginjakkan kaki disana. Dari sekali pandang saja saya sudah jatuh cinta, selain itu ada beberapa hal lain yang membangkitkan semangat hidup saya dalam waktu hitungan menit.


            Kehadiran para peserta Sekolah Perempuan gelombang pertama yang begitu antusias mengikuti tutorial dari ibu kepsek Anna Farida 
, yang kebetulan sedang mengajarkan editing, kemudian disambung dengn kehadiran nara sumber lain yang begitu luar bisasa, beliau adalah wanita pengusaha yang sukses dan juga istri dari seorang pria pengusaha sukses pula, yang begitu peduli dengan lingungan sekitarnya, kiprah beliau dikota Bandung dan sekitarnya begitu kentara, dalam hal apapun beliau selaau ingin berbagi, apapun yang beliau punya selalu dibagikan kepada siapapun yang membutuhkannya, harta, ilmu dan juga ide beliau curahkan untuk kota Bandung dan sekitarnya, bahkan untuk negeri kita Indonesia, rencana ke depan beliau sampaikan kepada walikota Bandung dan Bupati Bandung Timur serta Gubernur Jabar tentang pengelolaan sampah, pengaturan jalan raya dan sebagainya, sehingga  Bandung dan Jabar bisa menjadi kota dan provinsi wisata seperti Bali yang tertata indah dan rapih serta tertib, padahal Bandung sekarang pun sudah diakui sebagai kota seni, dan industri serta kuliner tidak hanya setanah air tapi sudah menembus asia tenggara, wahh hebat ya!. Jempol untuk warga kota Bandung!

            Intisari dari pembicaraaan beliau yang saya catat adalah, kita harus meniatkan sesuatu untuk membuat perubahan di sekitar kita, mengubah yang buruk menjadi baik, namun tidak boleh bergerak sendiri, artinya kita harus menularkan virus itu kepada orang lain, mulai dari rumah sampai ke lingkungan terjauh, sehingga akan tercipta energi yang luar bisaa untuk mengubahnya, karena jika dilakukan sendiri, kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, kemudian kita harus mengikis rasa tidak percaya diri kita, rasa minder kita, kita harus berfikir bahwa semua manusia adalah sama, memiliki keinginan yang sama namun mendapatka hasil yang berbeda karena tergantung kepada kegigihan diri kita masing-masing, yang selanjutnya adalah kita harus mulai sesuatu itu dari hal yang termudah dulu, tidak langsung kepada hal yang berat dan tinggi karena kita tak akan mungkin bisa mencapainya, segala sesuatu itu ada fondasinya, itu hal terpenting yang harus kita catat, sebab, jika kita langsung ke puncak, hal itu adalah hal yang mustahil untuk dicapai, hal lain yang harus diingat adalah kita harus punya target yang harus dicapai, hal ini penting supaya kita punya ambisi dan power untuk mencapainya, jika tidak punya target kerjnaya akan asal-asalan dan hasil tidak maksimal, yang terakhir adalah jangan sungkan untuk BERMIMPI, karena segala sesuatu itu berasal dari impi. Semua orang hebat awalnya adalah pemimpi.

            Dalam hal bisnis, beliau pun mengingatkan beberapa hal penting, kita harus mempunyai mind set seperti ini “ segala sesuatu yang ada di sekitar kita bisa djadikan sebagai lahan bisnis “, misalnya dari hal yang paling terdekat, dari ujung rambut sampai ujung kaki, semua memerlukan kebutuhan yang bisa dijadikan lahan bisnis, kemudian menyebar keluar tubuh kita, menyebar lagi ke sekitar rumah kita, melebar dan semakin melebar, berapa ide bisnis yang muncul dari satu hal saja? Untuk orang Islam sudah diajarkan dalam QS:Al-Alaq ayat pertama, Allah berfirman: “Iqra!” bacalah! Dengan membaca yang tersurat dan tersirat di sekitar kita, maka hal itu bisa menimbulkan ide untuk berbisnis. Kemudian dalam mengeleola keuangan, intinya adalah uang pemasukan itu untuk memenhi KEBUTUHAN POKOK saja bukan untuk KEINGINAN, catat hal-hal yang termasuk dalam kebutuhan pokok, dan bedakan dengan keinginan, mengenai utang piutang, beliau menasihatkan, utang terbagi menjadi dua, ada utang ‘baik’ dan ada utang ‘jahat’, artinya kita boleh berutang untuk hal yang baik, mislanya untuk membei rumah yang bisa menghasilkan uang, sehingga bisa menutupi utang kita tersebut, bisa dengan disewakan atau dikontrakan atau dipakai untuk tempat usaha, adapun utang jahat adalah, meminjam uang utnuk keperluan sehari-hari atau keinginan yang sebenarnya tidak dibutuhkan dalam hidup kita, utang inilah yang harus kita hindari, mislanya berutang untuk acara pesta perkawinan mewah, dan sebagainya, penasaran denga beliau? Beliau adalah Ibu Fifiy Raharja, dengan penampilan yang begitu bersahaja, namun sangat bersemangat untuk berbagi ilmunya kepada setiap orang, subhan Allah!

            Wanita hebat lain yang berbagi ilmu adalah tentu saja sang founding mother dari IIDN dan IIDB, bertemu langsung dengan beliau dan para wanita hebat yang sudah berkolaborasi dengan beliau adalah impian saya sejak bergabung di dua grup tersebut, ternyata! Wow ‘lebih indah warna aslinya lhoo!’. Beliau menerangkan tentang apa itu IIDN, IIDB dan Sekolah Perempuan, visi dan misi dari tiga grup tersebut adalah sama, yaitu memberdayakan semua perempuan Indonesia, untuk menjadi lebih baik, dengan harapan lewat menulis dan berbisnis, para wanita Indonesia mampu bersaing di era globalisasi dan membangun peradaban bagi Indonesia di masa yang akan datang, dengan segenap potensi yang dimilki wanita Indonesia akan mampu membuat sesuatu yang sangat berharga bagi Indonesa sendiri dan juga dunia, ditambah dengan kecanggihan teknologi, para wanita Indonesia semakin eksis menunjukkan diri bahwa kita sebagai wanita bisa melakukan hal terbaik dan berguna untuk wanita lain di seluruh dunia walaupun hanya dari dalam rumah. Hebat kan!

            Acara ditutup dngan makan siang bersama, menikmati hasil olahan resep dari buku karya seorang ibu yang tidak bisa menulis menggunakan komputer namun dengan tulisan tangan, tapi beliau sudah menghasilkan buku resep lebih dari dua  puluh buku, wow keren! Kapan giliran kita? mudah-mudahan kita segera menyusul para wanita hebat lain lewat tulisan dan juga bisnis, Inshaa Allah!

            Bandung, 05 Oktober 2013

2 komentar: