Daftar Isi

Jumat, 06 Desember 2013

Jogja Part One


My Lonely Journey
Jogja I am coming!!
Itu status yang ku update di facebook ketika aku duduk di kursi bis jurusan Cianjur Jogjakarta, hmmm rasanya gimana gitu, soalnya ini perjalanan pertamaku tanpa suami tercinta.

Dulu kami pernah berencana pergi ke Jogjakarta berdua, ya hanya berdua, namun takdir Allah menginginkan lain, akhirnya aku hanya bisa sendiri karena si Yayank sudah pergi untuk selamanya.

Sepanjang perjalanan yang aku lewati di malam hari, suasana sangat hening, semua penumpang bis terlelap, udara dingin menyergap, kakak perempuanku yang menyertaiku ke Jogja, juga sedang dibuai mimpi, aku hanya melotot sendiri, berdua dengan pak sopir, yaa kalau pak sopir ikutan mimpi bis siapa yang nyetir???

Dua belas jam perjalanan ini harus dilewati, aku asyik menikmati malam ini, indahnya langit yang tak berbintang, temaramnya lampu-lampu yang menghiasi rumah-rumah sepanjang perjalanan, berkeloknya jalan, gelapnya hutan belantara, dan dinginnya malam, hanya sekejap mataku bisa terpejam, setelah itu selalu terbangun.

Suara adzan subuh berkumandang, dan saat inilah kami harus turun di terminal Jombor, mana terminalnya? Halaaaaahhh padahal semalam saya dah chit chat sama panitia lewat sms, kenapa pak sopir menurunkan kami di depan sebuah restoran fast food ya?? Nyasar engga sih?? Kucoba menenangkan diri, bersikap setenang mungkin, kalau aku panik nanti ketahuan kalau aku bukan orang Jogja.

Untungnya restoran cepat saji itu buka 24 jam, dengan kondisi badan yang masih jetlag karena kurang tidur, saya memesan dua porsi nasi plus ayam goreng dan minumannya, lumayan buat sarapan karena semalam hanya makan satu mangkuk bakso di sebuah restoran rest area. Kebetulan di situ ada kamar mandi dan  mushola, akupun bisa ikutan ganti baju dan sholat subuh, sekaligus dandan biar engga kelihatan kalau aku engga mandi, xixixi!

Setelah nanya sana sini letak terminal jombor, aku dan kakakku menyusuri jalan sambil menggendong ransel dan mendorong koper,  seorang pegawai restotan memberitahu kami jalan ke terminal, namun masih belum pede, kemudian nanya lagi sama seorang laki-laki tua yang sedang menambal ban,
“Assalamu’alaikum, pak punten bade tumaros, dupi terminal jombor dimana nya?” dengan pedenya saya nanya bapak itu pake basa sunda,
opo tho mba?” bapak itu mengernyitkan alis tanda engga ngerti
Walaahhh, sorry sir! Kirain di Bandung, aku lali kalo iki Jogja tho!! Maluuu
“Maaf pak, terminal jombor mana ya?” kuulang lagi pertanyaan itu
“ohh itu sedikit lagi!” jawabnya ramah
Matur nuwun pak!” dengan wajah sumringah bercampur malu aku pamit segera menuju terminal. Dan kakak yang sedari tadi diam berteriak,
“Woiii, ini Jogja, Ceu!”
Masih juga bingung, kelihatan kalau bukan orang Jogjanya teh, udah logatku sunda banget, wajah juga celingak ceinguk, orang-orang pada lihatin terus dari tadi, wadeuhh serasa jadi celebritis dadakan.! J

Suerr, this is my first journey to Jogjakarta!! Keciannn deh si emak!
Walhasil sampailah saya di Edu Hostel, dijemput sama mas ganteng panitia Kopdar. Kulihat sudah banyak yang ngumpul, eennn engga ada satu pun yang kukenal, panitia sekalipun, yaa... lonelyness deh, apalagi kakaku sudah pasti dia sibuk sendiri nyari hotel buat nginap.

Wehh itu siapa ya kayaknya kenal??
Banyak wajah-wajah yang sering kulihat di grup WB, KE dan BC, pada nongol satu-satu!
Nahh palagi yang berbatik dan tinggi besar ini, engga salah pasti pak dhe Cholik, soalnya banyak fans yang ngerubutin, itu juga Om NHier, idiihh kok aku malu ya mau nyapa beliau berdua, aku cuma bisa senyam senyum lihat mereka dari jauh, ada juga anggota KEB yang nyapa, rasa kesepianku mulai meleleh!

Sudah kebayang deh bagaimana asyiknya kopdar bersama seribu blogger di keraton, ehh ternyata dipindah ke Joglo Abang, gepepe dehh, tetep asyikk kok, apalagi acaranya oke banget, diselingi hiburan, namun nih dua mata engga bisa diajak kompromi! Sebab semalam engga tidur, jadilah sepasang penglihatanku ini ngambek minta jatah istirahat, akhinya?? Zzzzzzzzzzzzz, selama acara dimulai! Dan bablas ilmu ngeblog engga aku dapat, plus kamera yang kupinjam dari ponakanku yang baik hati ternyata error engga bisa dipake, padahal dah rencana mau fhoto-fhoto n narsis abis selama di Jogja, hanya kamera hape yang bisa nemenin buat narsis, itupun harus numpang ngecas dulu di dekat panggung, wadeuhh!! Rempong Maaaak!

Cewek cantik penulis novel ‘Anak Kos Dodol Begins’ menertawaknku yang asyik mimpi indah, yang lain hanya mesem mesem, duhh gimana caranya ya? Kubuka novel yang kupesan langsung dari penulisnya, dan mulai haha hihi sendiri asyik dengan bacaan, membaca buku keren sebelahan sama  yang nulisnya asyik juga ya, bisa sekaligus nanya-nanya sama sang penulis, trims ya mba Dewi Rieke!


Akhirnya, walaupun engga jadi jalan-jalan ke Malioboro bareng bloggers, aku bisa segera rebahan diatas tikar di rumah penduduk yang super ramah di kamung Tembi, waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam, sekaligus balas dendam karena kemarin engga tidur! 

Pagi hari yang cerah, sapincuk  (sebungkus) nasi pecel tandas diperutku yang kelaparan, plus kukus pisang, dan beberapa gelas teh manis hangat dari pemilik rumah, hmm berasa di syurga karena semua didapat dengan gratis!







Semoga Allah memberi balasan yang lebih baik dan berkah bagi panitia dan warga Tembi, aamiin!

*bersambung

4 komentar:

  1. Kopdar BN 2013 sangat mengesankan
    Kok nggak ketemu lagi ya di Joglo Abang

    BalasHapus
    Balasan
    1. ketemu kok pak dhe,saya pulang malam jam 9 ke Tembi

      Hapus
  2. dupi terminal jombor dimana nya?

    Hahaha ... ini roaming ya Bu ...
    pantes nggak pada ngerti

    Salam saya Bu ...

    BalasHapus