Daftar Isi

Senin, 24 Februari 2014

My Bodyguards!



Kenapa harus lima?

Itu pertanyaan saya sama almarhum suamiku dulu, dia ingin anaknya lima, padahal saya baru saja melahirkan anak pertama.

Do’anya dan cita-cita suami untuk punya anak lima memang dikabulkan Allah SWT ternyata, dan dia selalu ingin anak kami laki-laki, hanya satu anak perempuannya karena mungkin waktu itu do’akulah yang dikabulkan Allah SWT.

Lima bayiku tumbuh sehat dan ceria, Alhamdulillah tidak ada yang mengalami sakit keras ketika kecil, semua tumbuh normal dan sehat serta lincah.
 
Si Bungsu usia satu minggu
Padahal engga ada makanan atau menu spesial bagi mereka yang kuhidangkan, cukup ASI dan makanan yang gizinya memenuhi 4 sehat 5 sempurna 6 halal dan thayib, begitu saja.

Mendampingi dan menyaksikan tumbuh kembang mereka sejak dilahirkan sampai mereka remaja terasa sangat membahagiakan, tidak ada kata bosan atau menyerah walau terkadang ada rasa keluh kesah karena kami lelah, kurang tidur atau kurang sehat.

Hal yang paling membahagiakan bagiku dan semua orangtua tentunya, adalah ketika melihat sang bayi membuka matanya untuk pertama kalinya, kemudian bisa tersenyum, menoleh jika dipanggil dan merespon ketika diberi stimulus berupa bisikan, belaian, sentuhan, kecupan, dan sebagainya.

Apalagi ketika melihat mereka bisa merayap, merangkak, berjalan dan berlari serta berceloteh dan mengungkapkan semua keinginannnya dengan jelas dan lancar.
Anakku yang keempat dan kelima


Bahagianya jika sekarang ketiga bayiku sudah tumbuh menjadi remaja, yang pertama duduk di kelas  IX, yang kedua sudah kelas VII dan ketiga sudah kelas V SD, sedangkan dua bayiku yang lain sekrang berumur empat dan dua tahun.

Rasanya baru kemarin aku melahirkan mereka, mengajarkan mereka membaca huruf dan angka, bermain ayunan, menyusun puzzle, mewarnai, seta melatih bermain sepeda atau hulahup, mengajarkan mereka berenang, dan mengajarkan mereka cara menyimpulkan tali sepatu, membimbing mereka menyimpan sesuatu pada tempatnya atau memperlihatkan pada  mereka cara mencuci baju dan piring kotor.

Kini semua bayiku sudah bisa menjadi My Boyguards, kemanapun saya pergi, kalau liburan sekolah si Sulung dan yang kedua selalu memawakan barang belanjaan atau menggendongkan adiknya yang kecil, atau membawakan payungku ketika hujan, serta membawakan tas yang beisi pakaian jika kami bepergian.
 
Anakku kesatu, kedua, keempat dan kelima
Ketika menyebrang jalan, tangan kekar merekalah yang menggantikan tangan ayahnya untuk membimbingku berjalan menyebrangi jalan yang ramai. Memegangi tanganku ketika menaiki tangga yang licin dan jalan berlubang.

Namun ketika si Sulung dan yang kedua berada di  sekolah, duo unyu, dua bodyguards cilikku selalu menyertai kemanapun aku pergi, dengan celotehan yang riang mereka bertanya segala hal yang dilihatnya, menggamit tanganku erat serta memelukku jika udara dingin, 

“Aku takut Mama jatuh, makanya aku peluk!” kata anakku yang nomor empat suatu hari ketika kami pergi ke Cipanas naik angkot.

Adiknya yang baru berusia dua tahun pun ikut memelukku erat. Aku terharu melihat kelakuan dua bodyguard cilikku. Mereka mau menjagaku walaupun mereka masih kecil.

Putriku pun tak mau kalah, anakku yang ketiga ini, dulu ketika masih bayi seolah dia telah merebut perhatian dan cinta suamiku, dia telah membuat aku cemburu berat, karena sang Ayah lebih suka bercanda dan berbincang dengannya dariada aku ibunya, hmmm putriku sudah berinjak remaja sekarang, dialah yang selalu menjadi tempat curhatku ketika aku gundah.
Putriku satu-satunya


Tuhan! Terima kasih atas keruania lima bayi yang telah Engkau titipkan di rahimku, mereka malaikat cilikku, mereka tumpuan harapan dan cita-citaku, semoga Engkau menjaga mereka selalu, aammiinn!

I love them sooo much, they are my bodyguards!

“tumbuh-tumbuhlah anakku, raihlah cita-citamu!!”  (Diambil dari syair lagunya Vina Panduwinata)


18 komentar:

  1. Anaknya mbak Aisha kembar to? baru tahu saya hehe. cakep mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Engga mba Susan, cuma jaraklahirnya deketan hehehe

      Hapus
  2. Alhamdulillah si kakak mau bantuan ibu jg adek2 ya.. Kebayang seru n ramenya kl ngumpul semua ;-)

    BalasHapus
  3. jagoannya luar biasa,,, jd ngiri,,, soale sy msh princess semua :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mba nambah lagi semoga lakil-laki ya! jadi ada jagoannya!

      Hapus
  4. suami saya juga maunya punya anak 5, Mak. Tapi sebelum dia ngeliat proses persalinan, setelah itu, dia bilang terserah Allah swt mau menitipkan anak berapa.
    Kalau tetap minta 5, katanya dia ga tega liat aku bersalin, hehe.

    Wah, pastinya di rumah rame ada 5 anak ya, Mak ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh baik banget suamimu, kalau suamiku mah keukeuh pengen lima, kalau saya hamil dia senang banget dehh!

      Hapus
  5. Ya ... ini Bodyguards ...
    Bukan hanya untuk Teh Aisah ...
    Tapi juga untuk si Tengah ...satu-satunya bidadari ...

    Semoga semua sehat-sehat ya Teh

    Salam saya

    (25/2 : 9)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaammiinn OM, makasih, salam juga buat keluarga!

      Hapus
  6. subhanallaah... rame ya bun...sy jg pingin punya anak bnyak. 4 lah gt. skrg baru 2. tp ngerasa dah tua. sanggup ga ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba ayo gpp, dualagi biar seru, semoga diberi kekuatan ya, aammiinn!

      Hapus
  7. Seru n rame kan teh rumahnya....? Di rumah juga gitu. Kita sama sama punya putri di tengah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Mas Edi, kita senasib ya, semoga semua sehat dan berakhlak baik aammiinn!

      Hapus
  8. Wahh seruuu ya mbak...pengin 5 juga mbak, tapi baru 2, emaknya anak2 udah bilang stop. Mgkin ada tips gimana meluluhkan emaknya anak2 biar mau 5 hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara meluluhkannya, kasih 5 asisten di rumah, biar emaknya bisa dandan secantik mungkin dan punya ' me time' lebih banyak, trus kasih berlian dehh sebongkah pasti luluh hehe...

      Hapus